Book Trailer

Robert Langdon, sang simbolog genius yang berhasil memecahkan Da Vinci Code, kembali hadir dalam petualangan berbahaya yang penuh teka-teki. Undangan ceramah di Gedung Capitol, Washington, DC, berubah menjadi undangan kematian. Seseorang meletakkan simbol Tangan Misteri yang dibuat dari penggalan tangan Peter Solomon, sahabat dan mentor Langdon, sekaligus tokoh penting Persaudaraan Mason.

Sang penculik Peter meminta Langdon memecahkan kode-kode kelompok rahasia Mason yang melindungi sebuah lokasi di Washington, DC. Lokasi penyimpanan kebijakan tertinggi umat manusia, yang konon akan membuat pemegangnya mampu mengubah dunia.

Menjelajahi terowongan-terowongan bawah tanah Capitol, Perpustakaan Kongres, kuil-kuil Mason, dan Monumen Washington, Langdon harus berpacu dengan waktu sekaligus menghindari kejaran CIA yang menganggapnya sebagai ancaman nasional. Sebelum tengah malam, Langdon harus sudah berhasil memecahkan teka-teki kelompok Mason. Jika tidak, nyawa Peter akan melayang, dan rahasia yang konon akan mengguncang Amerika Serikat dan bahkan dunia bakal tersebar.

8 Tanggapan to “Book Trailer”

  1. raviolicious Says:

    I’m Sorry, Mr. Brown, but The Da Vinci Code was felt like “nothing” after i read “The Lost Symbol” .. hahaha..

    “hyperbola”

    :-p

  2. oui..de rien la frere..

    tapi, saya mau complain ni,,

    ada beberapa hal yang kalau dipikir, lebih baik tetap dalam bahasa aslinya -inggris- tanpa harus diterjemahkan,
    e.g:

    1. “Free Mason” –> Mason Bebas [jadi kurang enak aja dibaca mas..]🙂

    2. pas Dean Galloway titip pesen di hal.488 kan ada kalimat “…rahasianya… dengan jujur” , kan dijelaskan di hal.498 kalo “dg jujur” td itu maksudnya “sine cera” (dengan lilin), sehingga mirip dg adjective “sincere” dalam english.. tapi, gara2 diterjemahin, jadi kurang berasa permainan katanya, -kasian yang ga ngerti-
    :-p

    haha..maaf mas banyak komen, tapi semoga di cetakan2 berikutnya bisa dipertimbangkan,,

    “the readers are the kings”

    aren’t they??
    🙂

  3. Saya agak gatel dengan terjemahan “Mason Bebas”. Saya rasa kata asalnya adalah Freemason… dan diterjemahkan apa adanya. Padahal yang dimaksud tetap saja “Persaudaraan Mason”. Freemason = Mason.

    Juga soal “sine cera” (lupa di halaman berapa) waktu Galloway bicara dengan Langdon. Kalo saya gak salah, artinya ada hubungannya dengan lilin. Saya rasa ini permainan kata, yang mungkin bisa ditambahkan pada catatan kaki.

    Mohon maaf kalo saya agak banyak komentar. Tapi bagaimanapun juga, Bentang berhasil kok mengangkat suasananya (meskipun terlalu banyak memakai kata “seraya”). Hihi…

  4. my comment??? Coming Soon after i read this book. Don’t miss it!!! (lebay mode = off)🙂

  5. Waaaahhhh hebat pake book trailer … saya suka book trailernya
    siiipppp!!!

  6. Salah satu buku Dan Brown yang terbaik dari yang sudah pernah ditulis (dari sisi cerita). Contohnya, pembaca terus dituntun di dalam alur misteri hingga akhir cerita…tapi yang membuatnya antiklimaks adalah, dari serangkaian usaha luar biasa yang sampai melibatkan CIA (lembaga yang sangat luar biasa, gitu lohhh…), tokoh antagonis-nya hanya seorang manusia biasa.

    Menurut saya kalau sampai CIA turun tangan menangani 1 orang manusia yang digambarkhan memiliki kemampuan luar biasa, kelihatannya terlalu berlebihan. CIA vs common people. Yang menjadi pertanyaan…gimana caranya si anak yang memanipulasi kematiannya dan menjadi manusia ‘tanpa nama’ bisa menarik semua harta warisan yang diberikan Peter Solomon?

    Tapi yang penting ceritanya seru….jadi nggak sabar menunggu buku Dan Brown berikutnya

  7. ravioholic Says:

    – utti : i pretty agree with you.. kok rasanya kalo mason bebas jadi lucu ya?
    hahaha

    -muhid : uda selese bacanya?

    -mas yudhianto : kalau menurut saya, disitulah keunggulan buku Dan Browm yang satu ini.. CIA itu kan dari dulu emang terkenal sering operasi rahasia yg menyangkut “keamanan nasional”..

    karena hal ini sangat mendukung cerita yang kalo CIA ga ikut campur dan video rekayasa itu tersebar, bisa abis itu Amerika!!

    Tapi, ya, pendapat kita bole beda to mas..

    yang penting Dan Brown is the best..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: