The Lost Symbol fact 1: Invisible College

Ada kebijakan rahasia telah diturunkan berabad-abad bersumber dari Ajaran-Ajaran Misteri zaman Mesir awal. Pengetahuan ini sempat terkubur dan muncul kembali ketika masa Renaisans Eropa. Di sana menurut sebagian besar catatan, pengetahuan itu dipercayakan kepada sekelompok elite ilmuwan di balik dinding-dinging pusat pemikiran ilmiah utama Eropa-the Royal Society of London-yang secara misterius dijuluki Invisible College.

Akademi rahasia ini dengan cepat menjadi kelompok penasihat yang terdiri atas orang-orang paling tercerahkan di dunia–Isaac Newton, Francis Bacon, Benjamin Franklin, dan Robert Boyle. Saat ini daftar anggota-anggota modernnya juga tak kalah mengesankan–Einstein, Hawkings, Bohr dan Celsius. Semua orang terpandai telah membuat lompatan kuantum dalam pemahaman manusia, yaitu kemajuan-kemajuan yang menurut beberapa orang adalah hasil eksplorasi mereka terhadap kebijakan kuno yang tersembunyi di Invisible College.

Dokumen-dokumen rahasia Newton yang ditemukan pada 1936 mengejutkan dunia karena mengungkapkan kegairahan luar biasa Newton terhadap studi alkimia kuno dan kebijakan mistis. Dokumen-dokumen pribadi Newton meliputi surat tulisan-tangan untuk Robert-Boyle, dan di dalam surat itu, dia mendorong Boyle untuk tetap “membisu” mengenai pengetahuian mistis yang telah mereka pelajari. “Pengetahuan itu tidak bisa disampaikan,” tulis Newton, “tanpa menimbulkan kerusakan dahsyat di dunia.”

Nantikan fakta seru lainnya!!

4 Tanggapan to “The Lost Symbol fact 1: Invisible College”

  1. djoko widodo Says:

    Saya sangat KECEWA dengan kualitas terjemahan Bentang Budaya. Sangat kaku. Terasa jauh kualitasnya dengan terjemahan karya Dan Brown terdahulu. Sampai2 saya mesti melongok buku aslinya yang dalam bahasa Inggris untuk mengecek beberapa kalimat atau kata yang terasa janggal. Waduhh, buku saya jadi penuh coretan. Kesal. Masygul. Jadi malas nerusin mbaca…(sampai halaman 20…). Mohon perhatiannya Pak/Bu penerbit: menerjemahkan suatu karya sastra tidak sekedar menerjemahkan dengan mekanisme robot namun dalam pekerjaan menerjemah itu ada jiwa / ruh sehingga pada dasarnya menerjemahkan karya sastra tidak ubahnya menciptakan sebentuk karya sastra lain dalam bahasa yang berbeda. Terima kasih.
    (kolektor buku Dan Brown).

  2. Saya rasa kualitas terjemahan di buku ini justru lebih bagus. Terjemahan di Buku Angels and Demons adalah yang terburuk, mengingat banyaknya kerancuan dalam penggunaan kata ganti orang. Mislanya kapan menggunakan kata ‘saya’ dan ‘aku’ atau ‘anda’ dan ‘kamu’ (Tidak mungkin kan Vittoria yang bawahan memanggil Maximillian Kohler yang merupakan bos sebagai ‘kamu’?). Terlebih penerjemaah buku tersebut dua orang dan terasa sekali ada perbedaan gaya penerjemahan.

  3. Aunul Fauzi Says:

    Setuju dengan ZYN. Terjemahannya bagus kok. Kelemahan The Lost Symbol adalah karena di akhir cerita pembaca tahu ini adalah cerita keluarga Solomon. Sayangnya, cerita sebuah keluarga (bagaimanapun pentingnya keluarga Solomon dalam bangunan keseluruhan cerita) masih kalah menarik dibandingkan dengan cerita mengenai yang lebih besar, konspirasi negara atau global. Dan Brown mengatakan “Nothing captures human interest more than human tragedy.” Aku fikir, human tragedy menyiratkan arti pada sesuatu yang lebih besar ketimbang sebuah keluarga. Da Vincy Code merupakan karya terbaik Dan Brown, tetapi The Lost Symbol tidak jelek.

  4. saaaapiii Says:

    saya rasa terjemahan bentang udah bagus kok, ngga ada yang kerasa kaku. kalo bahasa kaku kan emang banyak dari tokoh2nya yang baru kenal, tokoh2 lintas jabatan, jadi kesannya emang ga terlalu akrab. sejauh kita bisa ngerti dan enjoy bacanya, bisa dikategorikan bagus kan.
    dan Lost Symbol keren bangeeeet…!!!!!

    cuma, kok hubungan antara Mal’akh sama peter sama kayak hubungan tokoh2 di Angel n Demon ya, ayah dan anak gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: